TUJUH TAHUN DI AFRIKA
Ahmad Khalid Al-‘Utaybi
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang.
Adalah hal yang indah jika Anda memiliki kontribusi dalam
kehidupan ini untuk melayani agama ini, dan yang lebih indah lagi adalah ketika
seluruh hidup Anda hanya untuk Allah, dan perhatian utama Anda serta kondisi
Anda senantiasa mengatakan: *“Bagaimana aku bisa melayani agama ini?”*
Salah satu kisah yang sangat mempengaruhi saya dalam bidang
dakwah kepada Allah adalah kisah seorang da'i dengan seorang gadis Nasrani.
Sang da'i berkata: Seorang saudara dari kantor-kantor
kerjasama dakwah untuk kaum pendatang menelepon saya dan berkata: "Wahai
syaikh, kami ingin Anda melakukan perjalanan dakwah ke Afrika Selatan. Mereka
sangat membutuhkan, karena di sana ada orang-orang yang tidak memiliki agama
sama sekali."
Saya pun memohon petunjuk kepada Allah, kemudian menghubungi
mereka, menentukan waktu perjalanan, dan kami berangkat dengan memuji Tuhan
kami. Perjalanan saya berlangsung selama seminggu, dan tempat tinggal saya di
sana adalah rumah dari tanah liat dengan atapnya terbuat dari daun pohon yang
ditutupi dengan pepohonan. Cuacanya panas, tetapi semua itu demi menolong agama
Allah, semoga Allah menerima amal kami.
Sekitar satu jam kemudian, penerjemah saya berkata bahwa
orang-orang di sana ingin saya mengambil tur perkenalan dengan daerah itu. Saya
menyambut dengan baik dan berangkat bersama mereka. Di sana saya melihat
kehidupan yang sangat keras; kemiskinan dan kelaparan melingkupi mereka.
Di tengah perjalanan, saya melihat hal yang sangat
menakjubkan. Saya menemukan seorang gadis berkulit putih, di usia muda, dengan
kepala plontos, berbicara dengan orang-orang dalam bahasa mereka. Saya sangat
terkejut dan hampir tidak percaya dengan apa yang saya lihat.
Saya bertanya kepada salah satu dari mereka: "Siapa
gadis ini?" Mereka menjawab: "Wahai syaikh, gadis ini datang dari
Inggris ke negeri kami untuk menyebarkan ajaran Kristen."
Saya bertanya lagi: "Sejak kapan dia di sini?"
Mereka menjawab: "Dia sudah berada di sini selama tujuh tahun, dan melalui
tangannya sekitar 6.000 orang pria dan wanita telah masuk agama Kristen."
Saya berkata: "Sungguh menakjubkan! Namun, saya
perhatikan bahwa dia mencukur rambutnya. Apa rahasianya?"
Mereka berkata: "Dia mengatakan bahwa sepuluh menit
yang dia habiskan untuk menyisir rambutnya, lebih baik dia gunakan untuk
menobatkan satu atau dua orang ke Kristen. Waktunya sangat berharga, dan dia
tidak memiliki waktu untuk sekadar menyisir rambutnya."
Saya pun berkata dalam hati: Subhanallah, wanita ini begitu
gigih memperjuangkan agamanya yang batil. Dia meninggalkan semua kesenangan
dunia, termasuk lingkungan nyaman, teknologi, dan makanan, demi satu tujuan:
bagaimana dia bisa menobatkan orang-orang ini ke agamanya?
Pelajaran dari kisah ini:
1. Melayani agama adalah tanggung jawab kita semua. Jangan
sampai gadis yang berada di jalan yang batil lebih bersemangat daripada kita
dalam memperjuangkan agamanya.
2. Ingatlah pahala dari Allah, dan optimislah dalam hidupmu.
Katakan, "Dengan izin Allah, akulah yang akan melayani agama ini."
3. Pesan untuk setiap da’i atau siapa pun yang memiliki
semangat agama: sampaikanlah apa pun yang mampu Anda berikan dalam menyebarkan
Islam dan dakwah kepada Allah.
4. Perhatikan semangat gadis itu dalam menyebarkan agamanya
serta kesabarannya selama bertahun-tahun dalam memperjuangkan agama yang batil.
Tanyakan pada diri sendiri: Apa yang telah saya berikan untuk agama ini?
5. Jangan meremehkan amal kecil seperti membagikan kaset
atau pamflet di antara orang-orang. Mungkin Allah akan memberi manfaat melalui
usaha kecil itu bagi agama ini.
6. Tingginya semangat gadis itu yang tidak mengenal kata
putus asa, dan lebih mengagumkan lagi, dia adalah seorang gadis, bukan seorang
pria.
.jpeg)
.jpeg)
Comments
Post a Comment