๐—ฆ๐—˜๐—ง๐—œ๐—”๐—ฃ ๐—•๐—”๐—ฌ๐—œ ๐——๐—œ๐—Ÿ๐—”๐—›๐—œ๐—ฅ๐—ž๐—”๐—ก ๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—  ๐—ž๐—˜๐—”๐——๐—”๐—”๐—ก ๐—ฆ๐—œ๐—”๐—ฃ ๐—จ๐—ก๐—ง๐—จ๐—ž ๐—œ๐—ฆ๐—Ÿ๐—”๐—  

Fatwa No: 26645 

Kamis, 15 Syawwal 1423 H / 19 Desember 2002 M 

Nomor Fatwa: 100497 

 

Pertanyaan: 

Assalamu'alaikum. Suatu hari, seorang non-Muslim bertanya kepada saya, "Mengapa kamu menjadi seorang Muslim dan bukan seorang Nasrani?" Dia juga berkata bahwa saya pasti akan menjawab karena saya dilahirkan dari orang tua Muslim. Namun, saya menjawab bahwa mengikuti tradisi bukanlah landasan yang benar untuk iman yang sejati. Akan tetapi, saya tidak bisa menjawab ketika dia bertanya mengapa saya menjadi seorang Muslim dan bukan seorang Nasrani. Pertanyaan saya: Mengapa kita mengikuti agama Islam dan tidak mengikuti agama Nasrani? Saya memohon kepada Allah agar memberikan kebenaran kepada Anda, karena Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wassalamu'alaikum warahmatullah.

 

Jawaban: 

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan sahabatnya. Amma ba’du:

ูู‚ุฏ ุฑูˆู‰ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู… ููŠ ุตุญูŠุญูŠู‡ู…ุง ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡، ูˆู‡ุฐุง ู„ูุธ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ู‚ุงู„: ู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ู…ุง ู…ู† ู…ูˆู„ูˆุฏ ุฅู„ุง ูŠูˆู„ุฏ ุนู„ู‰ ุงู„ูุทุฑุฉ، ูุฃุจูˆุงู‡ ูŠู‡ูˆุฏุงู†ู‡ ุฃูˆ ูŠู†ุตุฑุงู†ู‡ ุฃูˆ ูŠู…ุฌุณุงู†ู‡، ูƒู…ุง ุชู†ุชุฌ ุงู„ุจู‡ูŠู…ุฉ ุจู‡ูŠู…ุฉ ุฌู…ุนุงุก، ู‡ู„ ุชุญุณูˆู† ููŠู‡ุง ู…ู† ุฌุฏุนุงุก، ุซู… ูŠู‚ูˆู„ ุฃุจูˆ ู‡ุฑูŠุฑุฉ -ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡- ูุทุฑุฉ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูŠ ูุทุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ูŠู‡ุง ู„ุง ุชุจุฏูŠู„ ู„ุฎู„ู‚ ุงู„ู„ู‡ ุฐู„ูƒ ุงู„ุฏูŠู† ุงู„ู‚ูŠู….

 

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam kitab *Shahih* mereka dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dengan lafaz dari Bukhari: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: *"Tidak ada seorang bayi pun yang dilahirkan kecuali dilahirkan di atas fitrah, lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, sebagaimana hewan ternak dilahirkan dalam keadaan sempurna. Apakah kalian menemukan padanya cacat?"* Kemudian Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu mengatakan: *"Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia di atasnya, tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus."*

 

Hadits ini menunjukkan bahwa setiap bayi pada dasarnya dilahirkan dalam keadaan Islam, dan pengaruh menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi adalah hal yang muncul kemudian, bukan bagian dari fitrahnya. Ibnu Hajar dalam kitab *Fathul Bari* menjelaskan: "Kekufuran bukanlah sesuatu yang ada secara alami dalam diri bayi, melainkan disebabkan oleh faktor luar. Jika ia terhindar dari faktor tersebut, maka ia akan tetap berada di atas kebenaran." (Selesai)

 

Oleh karena itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengatakan: *"Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi,"* dan tidak mengatakan: *"atau menjadikannya seorang Muslim,"* karena bayi sudah lahir dalam keadaan Muslim. Hal ini dikuatkan oleh riwayat Muslim yang menyebutkan: "Dalam riwayat Abu Kuraib dari Abu Mu'awiyah disebutkan: *"Tidak ada seorang bayi pun yang dilahirkan kecuali di atas fitrah, sampai lisannya mampu berbicara."*

 

Dalam riwayat lain dari Ibnu Numair: *"Tidak ada seorang bayi pun yang dilahirkan kecuali ia berada di atas agama (Islam)."* Imam Nawawi menjelaskan: *"Makna yang lebih tepat adalah bahwa setiap bayi dilahirkan dalam keadaan siap untuk Islam. Jika kedua orang tuanya atau salah satu dari mereka adalah Muslim, maka ia akan tetap berada di atas Islam dalam urusan akhirat dan dunia. Namun, jika kedua orang tuanya kafir, maka ia akan mengikuti hukum mereka dalam urusan dunia."* (Selesai)

 

Ibnu Hajar juga menukil dari Ath-Thibi yang mengatakan: "Yang dimaksud adalah bahwa manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk menerima hidayah secara alami dan siap menerima agama. Jika seseorang dibiarkan di atas fitrahnya, maka ia akan terus berada di atasnya dan tidak akan menyimpang, karena kebaikan agama ini sudah tertanam dalam jiwa. Namun, penyimpangan dari agama ini terjadi karena pengaruh buruk dari manusia, seperti mengikuti tradisi buta." (Selesai)

 

Dari penjelasan ini, dapat dipahami bahwa seseorang yang lahir dari orang tua Muslim bukanlah hanya sekadar mengikuti mereka, melainkan tetap berada di atas fitrahnya yang asli. Sedangkan mereka yang menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi mengalami penyimpangan dari fitrahnya karena pengaruh luar.

 

Semoga apa yang kami jelaskan di sini cukup untuk menjawab pertanyaan Anda. Untuk informasi tambahan, Anda dapat merujuk pada fatwa-fatwa berikut: 813, 2924, 20984, 18941. 

Wallahu a'lam.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/26645/%D9%83%D9%84-%D9%85%D9%88%D9%84%D9%88%D8%AF-%D9%8A%D9%88%D9%84%D8%AF-%D9%85%D8%AA%D9%87%D9%8A%D8%A6%D8%A7%D9%8B-%D9%84%D9%84%D8%A5%D8%B3%D9%84%D8%A7%D9%85


 

Comments

Popular Posts