π— π—”π—žπ—‘π—” π—™π—œπ—§π—₯𝗔𝗛 π——π—”π—Ÿπ—”π—  π—›π—”π——π—œπ—§π—¦: π—¦π—˜π—§π—œπ—”π—£ π—•π—”π—¬π—œ π——π—œπ—Ÿπ—”π—›π—œπ—₯π—žπ—”π—‘ π——π—œ 𝗔𝗧𝗔𝗦 π—™π—œπ—§π—₯𝗔𝗛

Ω…ΨΉΩ†Ω‰ الفطرة في حديث: ΩƒΩ„ Ω…ΩˆΩ„ΩˆΨ― ΩŠΩˆΩ„Ψ― ΨΉΩ„Ω‰ الفطرة

 

Pertanyaan:

Diketahui bahwa manusia dilahirkan dengan fitrah Islam. Namun saya bertanya: jika seorang anak dibiarkan begitu saja tanpa ada yang mendekatinya, tanpa ada yang berbicara dengannya, dan tidak ada yang masuk kepadanya, apakah ketika ia dewasa akan tetap berada dalam Islam? Atau apa maksud hadits tersebut? Semoga Allah membalas kebaikan Anda.

 

Jawaban:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarganya, dan para sahabatnya. Amma ba’du:

 

Terdapat perbedaan pendapat mengenai makna "fitrah" yang disebutkan dalam hadits: "Tidak ada seorang pun yang dilahirkan kecuali dilahirkan di atas fitrah, lalu kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi, sebagaimana hewan ternak yang dilahirkan dalam keadaan sempurna. Apakah kalian menemukan padanya cacat?" Kemudian Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan, "Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia di atasnya. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus." (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Untuk penjelasan lebih lanjut tentang makna fitrah, silakan merujuk pada fatwa nomor: 26645.

 

Secara umum, bayi tetap berada di atas fitrah yang ia dilahirkan dengannya, jika ia selamat dari faktor-faktor kesesatan dan gangguan dari jin maupun manusia.

 

Ibnu al-Atsir dalam kitab *An-Nihayah* menjelaskan: "Makna hadits tersebut adalah bahwa bayi dilahirkan dengan semacam sifat bawaan, yaitu fitrah Allah Ta'ala, yang membuatnya siap menerima kebenaran secara alami dan sukarela. Jika jin dan manusia tidak mengganggunya dan membiarkannya memilih, maka ia tidak akan memilih selain fitrah itu. Sebagai contoh, hewan ternak dilahirkan dengan bentuk sempurna, dengan anggota tubuh yang utuh, bebas dari cacat, dan jika tidak ada yang mengganggu, maka hewan itu akan tetap seperti saat ia dilahirkan, tanpa cacat." (Selesai).

 

Ibnu Qayyim dalam kitab *Syifa’ al-‘Alil* menjelaskan: "Perlu diketahui bahwa ketika dikatakan seorang bayi dilahirkan di atas fitrah, atau di atas Islam, atau di atas agama ini, atau dilahirkan sebagai seorang yang hanif, yang dimaksud bukanlah bahwa ketika ia keluar dari rahim ibunya ia sudah mengetahui agama ini dan menginginkannya. Karena Allah berfirman: 'Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa.' Akan tetapi, fitrahnya mengandung kecenderungan terhadap agama Islam, cinta kepadanya. Fitrah itu secara alami mengharuskan pengakuan akan Sang Pencipta, cinta kepada-Nya, dan pengikhlasan agama untuk-Nya. Kecenderungan ini berkembang seiring dengan kesempurnaan fitrah, jika tidak ada yang menghalanginya.

 

Bukan juga yang dimaksud hanya sekedar kemampuan menerima fitrah itu. Karena penerimaan ini dapat berubah oleh Yahudisasi atau Nasranisasi kedua orang tuanya, yang dapat mengeluarkan fitrah dari kemampuannya menerima. Usaha mereka untuk mencegah tercapainya apa yang diinginkan bukanlah Islam, bukan agama ini, dan bukan pula kesucian bawaan. Nabi juga menggambarkan perubahan fitrah ini seperti cacat pada hewan yang lahir sempurna. Padahal jelas bahwa mereka tidak mengubah kemampuannya menerima kebenaran, jika penerimaan itu hilang maka tidak akan ada alasan untuk mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab. Yang dimaksud adalah bahwa setiap bayi dilahirkan dengan kecintaan kepada Sang Pencipta, pengakuan akan rububiyah-Nya, dan kesediaan untuk mengabdi kepada-Nya. Jika dibiarkan dan tidak ada yang menghalanginya, ia tidak akan menyimpang dari fitrah itu, sebagaimana ia dilahirkan dengan kecintaan terhadap makanan dan minuman yang sesuai dengan tubuhnya, seperti keinginan akan susu yang cocok baginya dan memberinya nutrisi." (Selesai).

 

Dan Allah Maha Mengetahui.

https://www.islamweb.net/ar/fatwa/360664/%D9%85%D8%B9%D9%86%D9%89-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%B7%D8%B1%D8%A9-%D9%81%D9%8A-%D8%AD%D8%AF%D9%8A%D8%AB-%D9%83%D9%84-%D9%85%D9%88%D9%84%D9%88%D8%AF-%D9%8A%D9%88%D9%84%D8%AF-%D8%B9%D9%84%D9%89-%D8%A7%D9%84%D9%81%D8%B7%D8%B1%D8%A9

 

 

Comments

Popular Posts