π¦ππ’π₯ππ‘π πππππ¦ π¬ππ‘π ππππππ π’πππ π πππππππ§ ππ ππ’π‘ππ’π‘
@YasmeenRabeh
Bismillahirrahmanirrahim
Ini adalah kisah nyata yang terjadi pada seorang gadis di
London. Peristiwa ini benar-benar terjadi dan membuat bulu kuduk berdiri.
Seorang gadis Arab (Muslimah) yang taat menjalankan ajaran
agama Islam diundang ke sebuah acara oleh salah satu temannya. Dia menghabiskan
sebagian besar malam di sana, dan baru menyadari waktu telah larut ketika jam
menunjukkan bahwa sudah lewat tengah malam. Saat itu, dia terlambat untuk
pulang ke rumah yang jaraknya jauh dari tempat ia berada.
Dia disarankan untuk pulang menggunakan bus, meskipun kereta
bawah tanah (subway) bisa lebih cepat. Seperti yang diketahui, London, yang
dikenal sebagai "kota kabut", dipenuhi oleh para penjahat dan
pembunuh, terutama pada waktu seperti itu, dan lebih khusus lagi di stasiun-stasiun
kereta. Dia mencoba menenangkan dirinya dan meyakinkan bahwa tidak ada
bahaya.
Gadis itu pun memutuskan untuk menggunakan kereta agar bisa
pulang lebih cepat. Ketika dia turun ke stasiun yang biasanya berada di bawah
tanah, dia teringat tentang kejadian-kejadian kriminal yang sering ia dengar
dan baca, tentang pembunuhan yang terjadi di stasiun-stasiun tersebut di
waktu-waktu larut malam. Saat dia masuk ke ruang tunggu, dia melihat tempat itu
kosong, kecuali ada seorang pria di sana. Pada awalnya dia merasa takut karena
hanya ada dia dan pria itu. Namun, dia berusaha mengumpulkan keberaniannya dan
mengingat semua ayat-ayat Al-Qur'an yang dia hafal. Dia terus berjalan sambil
membaca ayat-ayat tersebut hingga melewati pria itu, lalu naik kereta dan pulang
ke rumah.
Keesokan harinya, berita yang mengejutkannya muncul...
Dia membaca di koran tentang pembunuhan seorang gadis yang
terjadi di stasiun yang sama, hanya lima menit setelah dia meninggalkan tempat
itu. Pelaku pembunuhan telah tertangkap.
Gadis itu pun pergi ke kantor polisi dan mengatakan bahwa
dia berada di sana lima menit sebelum kejadian. Dia diminta untuk mengenali
pelaku, dan dia mengenali pria itu sebagai orang yang bersamanya di
stasiun.
Gadis itu meminta izin untuk bertanya satu pertanyaan kepada
si pembunuh, dan setelah didesak, polisi menyetujui permintaan tersebut.
Gadis itu bertanya kepada pria tersebut, "Apakah kamu
mengingatku?"
Pria itu menjawab, "Apakah aku mengenalmu?"
Gadis itu berkata, "Aku adalah gadis yang berada di
stasiun sebelum kejadian!"
Pria itu berkata, "Ya, aku mengingatmu."
Gadis itu bertanya, "Mengapa kamu tidak membunuhku
saja, dan malah membunuh gadis lain?"
Pria itu menjawab, "Bagaimana aku bisa membunuhmu? Jika
aku membunuhmu, apa yang akan dilakukan oleh dua pria besar yang ada di
belakangmu?"
Gadis itu terdiam dan keluar dari kantor polisi dalam
keheningan, bersyukur kepada Allah atas nikmat ini.
Subhanallah, ternyata dia dijaga oleh dua malaikat, meskipun
dia tidak bisa melihat mereka.
Dekatkanlah diri kalian kepada Allah, karena Dia dekat,
hanya menunggu kalian mendekat kepada-Nya.
(Dikutip dari situs Azyaa)
Yang fakir kepada Allah,
Yasmin Rabeh
@YasmeenRabeh
http://saaid.org/gesah/471.htm
.jpeg)
Comments
Post a Comment