FIRQOH QODARIYAH

**Qodariyah** (القدرية) adalah salah satu firqoh (sekte) dalam Islam yang muncul pada awal masa perkembangan teologi Islam. Mereka dikenal karena pandangan mereka terkait **masalah takdir (qadar)**, yang bertentangan dengan pandangan mayoritas ulama pada masa itu.


### **Pokok-Pokok Ajaran Qodariyah**


1. **Penolakan terhadap Takdir Allah (Qadar):**

   Firqoh Qodariyah berpendapat bahwa manusia memiliki kehendak bebas (free will) sepenuhnya dalam perbuatan mereka. Mereka menolak bahwa Allah sudah menetapkan takdir atas perbuatan manusia (baik atau buruk). Menurut mereka, manusia sendirilah yang menciptakan perbuatan mereka, baik kebaikan maupun keburukan.


   **Dalil yang digunakan oleh Qodariyah:**

   - **Surah Al-Kahfi (18:29):**  

     «وَقُلِ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكُمْ فَمَنْ شَاءَ فَلْيُؤْمِنْ وَمَنْ شَاءَ فَلْيَكْفُرْ»  

     _"Dan katakanlah, 'Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barangsiapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir), biarlah ia kafir.'"_


   Dari ayat ini, mereka memahami bahwa manusia diberi pilihan bebas untuk melakukan tindakan apapun.


2. **Manusia Pencipta Perbuatannya Sendiri:**

   Salah satu pokok ajaran Qodariyah adalah bahwa manusia bertanggung jawab penuh atas perbuatan mereka karena mereka sendiri yang menciptakan perbuatan itu, bukan Allah. Ini berbeda dengan pandangan mayoritas ulama Ahlus Sunnah yang mengatakan bahwa semua perbuatan manusia adalah kehendak dan ciptaan Allah.


3. **Penolakan terhadap Pengetahuan Allah yang Meliputi Segala Sesuatu:**

   Sebagian kelompok ekstrim dari Qodariyah bahkan menolak bahwa Allah mengetahui apa yang akan terjadi sebelum itu terjadi. Ini karena mereka beranggapan bahwa jika Allah sudah mengetahui perbuatan manusia, maka manusia tidak lagi memiliki kebebasan dalam memilih.


   **Hadis yang menolak pandangan Qodariyah:**

   - Nabi ﷺ bersabda dalam sebuah hadis:  

     «القدرية مجوس هذه الأمة»  

     _"Qodariyah adalah Majusi umat ini."_  

     (Hadis Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi).  

     Hadis ini mengkritik pandangan Qodariyah yang mirip dengan pandangan dualisme Majusi yang memisahkan penciptaan kebaikan dan keburukan dari satu Tuhan.


4. **Pengingkaran terhadap Takdir Buruk:**

   Kelompok ini juga menolak takdir buruk, yaitu bahwa Allah menentukan keburukan pada makhluk-Nya. Mereka hanya mengakui bahwa Allah menentukan takdir yang baik, sementara keburukan diciptakan oleh manusia.


### **Tokoh-Tokoh Qodariyah**


1. **Ma'bad Al-Juhani (معبد الجهني):**

   Ia adalah salah satu tokoh pertama yang menyebarkan ajaran Qodariyah pada abad pertama Hijriyah. Ma'bad Al-Juhani dianggap sebagai orang yang pertama kali menyuarakan bahwa manusia menciptakan perbuatannya sendiri tanpa keterlibatan takdir dari Allah.


2. **Ghilan Ad-Dimasyqi (غيلان الدمشقي):**

   Tokoh lain yang juga berpengaruh dalam menyebarkan ajaran Qodariyah adalah Ghilan Ad-Dimasyqi. Ia dikenal sebagai murid Ma'bad Al-Juhani dan memperkuat ajaran ini di Damaskus, Suriah. Ghilan akhirnya dihukum mati oleh khalifah Umar bin Abdul Aziz karena dianggap menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan Ahlus Sunnah.


3. **Ja'ad bin Dirham (الجعد بن درهم):**

   Ia juga dikenal sebagai tokoh yang menyebarkan pandangan Qodariyah. Selain itu, Ja'ad bin Dirham memiliki pandangan yang lebih radikal, seperti penolakannya terhadap sifat-sifat Allah yang mengarah pada paham Mu'tazilah.


### **Kitab Rujukan dalam Bahasa Arab**


Berikut ini beberapa kitab dalam bahasa Arab yang menjelaskan tentang firqoh Qodariyah dan ajarannya:


1. **"Al-Farq Bayna Al-Firaq" karya Al-Baghdadi (الفرق بين الفرق للبغدادي):**

   Buku ini menjelaskan berbagai firqoh yang ada dalam sejarah Islam, termasuk Qodariyah. Al-Baghdadi menyebutkan karakteristik dan pandangan Qodariyah dalam bidang teologi.


2. **"Maqalat Al-Islamiyyin" karya Abu Al-Hasan Al-Asy’ari (مقالات الإسلاميين للأشعري):**

   Kitab ini merupakan salah satu referensi utama yang membahas berbagai pandangan teologis dalam Islam, termasuk pandangan Qodariyah. Al-Asy'ari menjelaskan secara detail perbedaan pandangan antara Qodariyah dan Ahlus Sunnah.


3. **"Al-Milal wa An-Nihal" karya Asy-Syahrastani (الملل والنحل للشهرستاني):**

   Asy-Syahrastani juga menyusun kitab yang berisi berbagai kelompok keagamaan dan pemikiran dalam Islam, di mana ia membahas Qodariyah secara mendalam.


4. **"Syarh Al-Aqidah At-Thahawiyyah" karya Ibn Abi Al-Izz Al-Hanafi (شرح العقيدة الطحاوية لابن أبي العز الحنفي):**

   Kitab ini merupakan syarah (penjelasan) atas Aqidah Thahawiyah yang merupakan salah satu referensi aqidah Ahlus Sunnah. Di dalamnya, Ibn Abi Al-Izz mengkritik pandangan Qodariyah dan menjelaskan pandangan yang benar menurut Ahlus Sunnah.


### **Kesimpulan**


Firqoh Qodariyah adalah kelompok yang menekankan kehendak bebas manusia dan menolak takdir Allah (qadar). Mereka berpendapat bahwa manusia menciptakan perbuatannya sendiri dan bertanggung jawab penuh atasnya, serta menolak pengetahuan Allah yang meliputi segala sesuatu sebelum perbuatan itu terjadi. Tokoh-tokoh utama dalam penyebaran Qodariyah adalah Ma'bad Al-Juhani, Ghilan Ad-Dimasyqi, dan Ja’ad bin Dirham. Pemikiran mereka bertentangan dengan ajaran Ahlus Sunnah yang menyatakan bahwa Allah memiliki kekuasaan penuh atas semua ciptaan, termasuk perbuatan manusia.

Comments

Popular Posts