**Khawarij** (الخوارج) adalah salah satu firqoh (sekte) dalam Islam yang muncul pada abad pertama Hijriyah, tepatnya pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Nama "Khawarij" berasal dari kata "khuruj" (الخروج) yang berarti "keluar" atau "pemberontakan", karena kelompok ini memisahkan diri dan memberontak terhadap Ali setelah peristiwa tahkim (arbitrase) dalam Perang Shiffin antara Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan.
### **Pokok-Pokok Ajaran Khawarij**
1. **Kafirnya Pelaku Dosa Besar (تكفير مرتكب الكبيرة):**
Salah satu ajaran paling terkenal dari Khawarij adalah keyakinan bahwa pelaku dosa besar dianggap kafir. Mereka meyakini bahwa orang yang melakukan dosa besar, seperti membunuh atau berzina, telah keluar dari Islam dan akan kekal di neraka kecuali jika bertaubat.
- **Dalil yang digunakan oleh Khawarij:**
Mereka menafsirkan secara literal ayat-ayat yang berisi ancaman neraka bagi orang-orang yang melakukan dosa, seperti:
«وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ»
_"Dan barangsiapa yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir."_ (QS. Al-Maidah: 44)
Dari ayat ini, Khawarij berpendapat bahwa setiap pelanggaran terhadap hukum Allah adalah bentuk kekafiran.
2. **Penolakan terhadap Tahkim (رفض التحكيم):**
Khawarij menolak peristiwa tahkim, yaitu arbitrase yang dilakukan antara Ali bin Abi Thalib dan Mu'awiyah dalam Perang Shiffin. Menurut mereka, keputusan itu adalah dosa besar karena Allah seharusnya menjadi hakim, bukan manusia. Hal ini menyebabkan mereka keluar dari barisan Ali dan memeranginya, karena menganggap Ali telah melakukan dosa besar dengan menerima tahkim.
- **Dalil yang mereka gunakan:**
«إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ»
_"Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah."_ (QS. Yusuf: 40)
Ayat ini digunakan oleh Khawarij untuk menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak memutuskan perkara, dan manusia tidak boleh melakukan arbitrase atau kompromi.
3. **Kewajiban Memberontak terhadap Penguasa yang Dhalim (وجوب الخروج على الحاكم الظالم):**
Khawarij mengajarkan bahwa adalah kewajiban setiap Muslim untuk memberontak terhadap penguasa yang zalim atau yang tidak berhukum dengan syariat Allah. Mereka meyakini bahwa jika seorang penguasa tidak menerapkan hukum Allah, maka ia harus dilengserkan, bahkan melalui jalan kekerasan.
- **Dalil yang digunakan oleh Khawarij:**
«فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ»
_"Maka perangilah kelompok yang berbuat zalim hingga mereka kembali kepada perintah Allah."_ (QS. Al-Hujurat: 9)
Mereka memahami ayat ini sebagai kewajiban untuk memerangi penguasa yang menyimpang dari perintah Allah.
4. **Pandangan Ketat tentang Iman dan Amal (الشدة في الإيمان والعمل):**
Khawarij memegang pandangan yang sangat ketat tentang iman dan amal. Mereka meyakini bahwa iman seseorang harus diwujudkan secara sempurna dalam amal perbuatan. Jika seseorang melakukan dosa atau kelalaian dalam menjalankan syariat, maka imannya tidak sah dan ia dianggap kafir.
- **Dalil yang mereka gunakan:**
Mereka merujuk pada ayat yang menghubungkan amal perbuatan dengan iman:
«إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»
_"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah."_ (QS. Al-Hujurat: 15)
Dari ayat ini, mereka meyakini bahwa iman harus diwujudkan dalam amal perbuatan yang sempurna.
5. **Sikap Keras terhadap Muslim yang Tidak Sepaham (التشدد مع المسلمين المخالفين):**
Khawarij terkenal dengan sikap keras mereka terhadap umat Islam yang tidak sepaham dengan mereka. Mereka tidak segan-segan mengkafirkan dan membunuh siapa saja yang berbeda pendapat, bahkan meskipun orang tersebut adalah Muslim. Hal ini terlihat dalam beberapa peristiwa di mana mereka menyerang dan membunuh para sahabat yang tidak sepaham dengan mereka.
- **Dalil yang mereka gunakan:**
Mereka menggunakan ayat-ayat yang mengizinkan perang terhadap kaum kafir, dengan menganggap bahwa orang yang berbeda pendapat dengan mereka adalah kafir. Salah satu ayat yang mereka gunakan adalah:
«فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ»
_"Apabila telah habis bulan-bulan haram, maka bunuhlah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui mereka."_ (QS. At-Taubah: 5)
Ayat ini mereka gunakan untuk mengkafirkan dan menghalalkan darah orang-orang yang berbeda pendapat dengan mereka.
### **Tokoh-Tokoh Khawarij**
1. **Abdullah bin Wahb Ar-Rasibi (عبد الله بن وهب الراسبي):**
Abdullah bin Wahb adalah pemimpin pertama Khawarij yang memimpin kelompok ini setelah perpecahan dari Ali bin Abi Thalib. Dia memimpin Khawarij dalam pemberontakan melawan Ali pada Pertempuran Nahrawan, di mana banyak dari mereka dibunuh oleh pasukan Ali.
2. **Nafi' bin Al-Azraq (نافع بن الأزرق):**
Salah satu pemimpin Khawarij setelah kematian Abdullah bin Wahb. Ia adalah pendiri sub-sekte Khawarij yang dikenal dengan sebutan **Azariqah**. Mereka dikenal dengan ajaran yang lebih ekstrem, seperti menganggap semua orang di luar kelompok mereka sebagai kafir yang halal darahnya.
3. **Sufyan bin Harits (سفيان بن حارث):**
Sufyan adalah salah satu tokoh Khawarij yang memimpin gerakan setelah perpecahan Khawarij menjadi beberapa faksi. Ia memimpin pemberontakan di beberapa wilayah kekuasaan Islam.
### **Kitab Rujukan dalam Bahasa Arab**
1. **"Al-Farq Bayna Al-Firaq" karya Al-Baghdadi (الفرق بين الفرق للبغدادي):**
Kitab ini membahas berbagai firqoh dalam sejarah Islam, termasuk Khawarij, dengan memberikan detail mengenai ajaran dan sejarah mereka.
2. **"Maqalat Al-Islamiyyin" karya Abu Al-Hasan Al-Asy'ari (مقالات الإسلاميين للأشعري):**
Abu Al-Hasan Al-Asy'ari menjelaskan pandangan teologis dari berbagai firqoh dalam Islam, termasuk Khawarij, dan bagaimana ajaran mereka menyimpang dari Ahlus Sunnah.
3. **"Al-Milal wa An-Nihal" karya Asy-Syahrastani (الملل والنحل للشهرستاني):**
Kitab ini memberikan gambaran tentang berbagai sekte dalam sejarah Islam, termasuk Khawarij, serta kritik terhadap ajaran-ajaran mereka.
4. **"Al-Bidayah wa An-Nihayah" karya Ibnu Katsir (البداية والنهاية لابن كثير):**
Ibnu Katsir dalam kitab ini memberikan rincian tentang sejarah munculnya Khawarij, peran mereka dalam sejarah Islam, dan pertempuran yang melibatkan mereka, termasuk Perang Nahrawan.
### **Kesimpulan**
Firqoh Khawarij adalah kelompok pertama yang memberontak dari kekhalifahan Ali bin Abi Thalib setelah peristiwa tahkim dalam Perang Shiffin. Mereka terkenal dengan pandangan ekstrem dalam hal takfir, yaitu mengkafirkan pelaku dosa besar, dan menganggap wajib untuk memberontak terhadap penguasa yang zalim. Mereka juga dikenal dengan sikap keras dan radikal terhadap Muslim lain yang tidak sejalan dengan mereka. Pandangan-pandangan Khawarij telah dikritik dan ditolak oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah, yang menekankan moderasi dalam memahami iman, amal, dan takfir.
.jpeg)
Comments
Post a Comment