FIRQOH JAHMIYAH

**Jahmiyah** (الجهمية) adalah sebuah firqoh (sekte) dalam teologi Islam yang dinisbahkan kepada **Jahm bin Shafwan** (الجهم بن صفوان), seorang tokoh teolog yang berasal dari Khurasan pada abad ke-2 Hijriyah. Firqoh ini dikenal dengan pandangan mereka yang kontroversial dalam masalah sifat-sifat Allah, qadar, dan iman. Pandangan mereka secara umum dianggap menyimpang dari ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah dan sangat dipengaruhi oleh pemikiran filsafat Yunani.


### **Pokok-Pokok Ajaran Jahmiyah**


1. **Penolakan terhadap Sifat-Sifat Allah:**

   Jahmiyah adalah sekte yang sangat dikenal dengan **penolakan terhadap sifat-sifat Allah** (تعطيل الصفات). Mereka menolak bahwa Allah memiliki sifat-sifat seperti yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis, seperti sifat mendengar (السميع), melihat (البصير), berbicara (الكلام), tangan (اليد), wajah (الوجه), dan sebagainya. Menurut mereka, mengaitkan sifat-sifat ini kepada Allah berarti menyamakan Allah dengan makhluk-Nya (tasybih).


   - **Dalil Jahmiyah:**

     Mereka berpegang pada ayat Al-Qur'an yang mengatakan:  

     «لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ»  

     _"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia."_ (QS. Asy-Syura: 11)  

     Dari ayat ini, mereka memahami bahwa Allah tidak memiliki sifat yang bisa dianalogikan dengan makhluk, sehingga mereka menolak adanya sifat-sifat Allah yang disebutkan secara zahir dalam teks Al-Qur'an dan Hadis.


   - **Bantahan Ahlus Sunnah:**  

     Ahlus Sunnah memahami ayat ini bahwa Allah memang berbeda dari makhluk-Nya, namun sifat-sifat Allah yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis harus diterima tanpa menyerupakannya dengan makhluk (tanzih) dan tanpa menolak keberadaannya (ta'thil).


2. **Penolakan terhadap Kalamullah (Perkataan Allah):**

   Jahmiyah juga menolak bahwa Al-Qur'an adalah **kalamullah (perkataan Allah)** yang bersifat **qadim** (tidak diciptakan). Menurut mereka, Al-Qur'an adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah, sehingga tidak memiliki keabadian seperti sifat-sifat Allah lainnya. Pandangan ini diadopsi oleh kelompok **Mu'tazilah** kemudian, yang juga menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah makhluk.


   - **Dalil Jahmiyah:**

     Mereka berargumen dengan ayat:  

     «إِنَّا جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا»  

     _"Sesungguhnya Kami menjadikannya (Al-Qur'an) dalam bahasa Arab."_ (QS. Az-Zukhruf: 3)  

     Dari kata "menjadikan" (جعلناه), mereka memahami bahwa Al-Qur'an adalah makhluk yang diciptakan.


   - **Bantahan Ahlus Sunnah:**  

     Ahlus Sunnah meyakini bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah yang bukan makhluk, sebagaimana firman Allah adalah sifat-Nya yang bersifat qadim. Pandangan ini didukung oleh banyak hadis, seperti dalam Shahih Bukhari dan Muslim yang menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah firman Allah.


3. **Penolakan terhadap Kehendak Bebas Manusia (Qadar):**

   Jahmiyah memiliki pandangan yang ekstrem dalam masalah **takdir (qadar)**. Mereka berpendapat bahwa manusia tidak memiliki kebebasan dalam memilih perbuatannya, karena segala sesuatu sudah ditentukan oleh Allah tanpa keterlibatan kehendak manusia. Pandangan ini dikenal dengan **jabr** (pemaksaan), yang berarti bahwa manusia dipaksa oleh Allah untuk melakukan perbuatan baik atau buruk.


   - **Dalil Jahmiyah:**

     Mereka berpegang pada ayat:  

     «وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ»  

     _"Dan kalian tidak dapat berkehendak kecuali jika dikehendaki oleh Allah."_ (QS. At-Takwir: 29)  

     Dari ayat ini, mereka menyimpulkan bahwa kehendak manusia sepenuhnya dikendalikan oleh kehendak Allah.


   - **Bantahan Ahlus Sunnah:**  

     Ahlus Sunnah mengajarkan bahwa Allah memang memiliki kekuasaan penuh atas segala sesuatu, namun manusia masih diberi kehendak bebas dalam batas-batas yang Allah tetapkan. Manusia memiliki pilihan untuk melakukan kebaikan atau keburukan, meskipun semua itu terjadi dalam ilmu dan kehendak Allah.


4. **Iman adalah Ma'rifah (Pengetahuan):**

   Jahmiyah juga berpendapat bahwa **iman** hanyalah **ma'rifah** (pengetahuan) tentang Allah, dan bukan mencakup amalan lahiriah. Mereka beranggapan bahwa selama seseorang mengetahui Allah, ia dianggap beriman, meskipun tidak menjalankan syariat secara lahiriah. Ini berarti bahwa iman menurut mereka tidak membutuhkan pengakuan lisan dan amal perbuatan.


   - **Bantahan Ahlus Sunnah:**  

     Ahlus Sunnah wal Jamaah mendefinisikan iman sebagai keyakinan dalam hati, pengakuan dengan lisan, dan amalan dengan anggota tubuh. Mereka menolak pemahaman Jahmiyah yang mengabaikan pentingnya amal dalam iman.


### **Tokoh-Tokoh Jahmiyah**


1. **Jahm bin Shafwan (الجهم بن صفوان):**

   Jahm bin Shafwan adalah pendiri dan tokoh utama dari firqoh ini. Ia lahir di Khurasan dan menyebarkan ajarannya pada masa pemerintahan dinasti Umayyah. Jahm dikenal sebagai murid dari **Ja’ad bin Dirham**, seorang pemikir yang juga memiliki pandangan menyimpang dalam teologi Islam.


2. **Ja’ad bin Dirham (الجعد بن درهم):**

   Ja’ad bin Dirham adalah guru dari Jahm bin Shafwan. Ia adalah orang pertama yang memperkenalkan konsep penolakan sifat-sifat Allah. Ja’ad bin Dirham akhirnya dieksekusi oleh Khalid bin Abdullah Al-Qasri pada hari Idul Adha karena dianggap menyebarkan ajaran sesat.


### **Kitab Rujukan dalam Bahasa Arab**


1. **"Al-Farq Bayna Al-Firaq" karya Al-Baghdadi (الفرق بين الفرق للبغدادي):**

   Kitab ini membahas berbagai sekte dalam Islam, termasuk Jahmiyah, dengan rincian pandangan mereka yang menyimpang dari Ahlus Sunnah.


2. **"Maqalat Al-Islamiyyin" karya Abu Al-Hasan Al-Asy'ari (مقالات الإسلاميين للأشعري):**

   Abu Al-Hasan Al-Asy'ari, seorang teolog Sunni yang dahulu merupakan bagian dari Mu'tazilah, menjelaskan berbagai sekte dalam Islam, termasuk Jahmiyah. Ia menjelaskan pandangan-pandangan teologi mereka secara terperinci.


3. **"Al-Milal wa An-Nihal" karya Asy-Syahrastani (الملل والنحل للشهرستاني):**

   Kitab ini menjelaskan berbagai pandangan dan aliran dalam Islam, termasuk Jahmiyah. Asy-Syahrastani menguraikan bagaimana pandangan Jahmiyah berkembang dan menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.


4. **"Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyyah" karya Ibn Abi Al-Izz Al-Hanafi (شرح العقيدة الطحاوية لابن أبي العز الحنفي):**

   Kitab ini merupakan syarah (penjelasan) atas Aqidah Thahawiyah yang menyanggah pandangan Jahmiyah dan menjelaskan aqidah yang benar menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah.


### **Kesimpulan**


Firqoh Jahmiyah adalah sebuah kelompok yang menyimpang dalam teologi Islam dengan ajaran yang menolak sifat-sifat Allah, menganggap Al-Qur'an sebagai makhluk, dan mengajarkan doktrin jabr (pemaksaan) dalam qadar. Tokoh utamanya adalah Jahm bin Shafwan, yang dipengaruhi oleh Ja’ad bin Dirham. Ajaran mereka banyak dikritik dan ditolak oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, dan pandangan mereka dianggap sebagai penyimpangan yang serius dalam aqidah Islam.

Comments

Popular Posts