FIRQOH JABARIYAH

**Jabariyah** (الجبرية) adalah sebuah firqoh (sekte) dalam Islam yang dikenal dengan keyakinan ekstrem mengenai takdir (qadar). Mereka percaya bahwa semua perbuatan manusia sepenuhnya dipaksakan oleh Allah dan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas atau kemampuan untuk melakukan apa pun atas kehendaknya sendiri. Kata "Jabariyah" berasal dari kata "jabr" (الجبر) yang berarti pemaksaan atau penentuan absolut.


### **Pokok-Pokok Ajaran Jabariyah**


1. **Manusia Tidak Memiliki Kehendak Bebas (الإنسان مجبر على أفعاله):**

   Inti ajaran Jabariyah adalah pandangan bahwa manusia sepenuhnya dipaksa oleh Allah dalam semua tindakannya. Mereka percaya bahwa manusia tidak memiliki kemampuan untuk memilih atau menentukan perbuatannya sendiri. Semua yang terjadi, baik itu kebaikan atau keburukan, adalah kehendak Allah yang dipaksakan kepada manusia. Oleh karena itu, manusia tidak bertanggung jawab atas perbuatannya karena mereka hanya "alat" yang menjalankan kehendak Allah.


   - **Dalil Jabariyah:**  

     Mereka sering menggunakan ayat-ayat yang menekankan kekuasaan absolut Allah, seperti:  

     «وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ»  

     _"Dan kamu tidak dapat berkehendak kecuali apabila dikehendaki Allah."_ (QS. Al-Insan: 30)  

     Dari ayat ini, mereka berargumen bahwa kehendak manusia sepenuhnya dikendalikan oleh Allah.


2. **Penolakan terhadap Tanggung Jawab dan Balasan Manusia (نفي المسؤولية والعقوبة):**

   Karena manusia tidak dianggap memiliki kebebasan dalam memilih perbuatannya, maka Jabariyah juga berpendapat bahwa manusia tidak bisa diminta pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya. Jika manusia tidak bertanggung jawab atas perbuatannya, maka mereka seharusnya tidak dihukum atas dosa-dosa yang mereka lakukan, karena itu semua adalah takdir Allah.


   - **Bantahan Ahlus Sunnah:**  

     Ahlus Sunnah wal Jamaah membantah pandangan ini dengan menekankan bahwa manusia memiliki kehendak bebas dalam batas-batas yang ditentukan oleh Allah, dan mereka bertanggung jawab atas perbuatan baik atau buruknya. Allah memberikan manusia kemampuan untuk memilih, dan oleh karena itu, manusia akan menerima pahala atau hukuman berdasarkan pilihan mereka.


3. **Pemahaman yang Keliru tentang Takdir (فهم خاطئ للقدر):**

   Jabariyah memahami takdir dengan cara yang fatalistik, di mana semua perbuatan manusia sudah ditentukan oleh Allah tanpa adanya peran manusia. Mereka menganggap bahwa manusia tidak bisa menghindari atau mengubah apa yang sudah ditetapkan Allah, sehingga tidak ada usaha atau pilihan yang bisa mempengaruhi hasilnya.


   - **Dalil Jabariyah:**  

     «إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ»  

     _"Sesungguhnya Allah melakukan apa yang Dia kehendaki."_ (QS. Al-Hajj: 18)  

     Dari ayat ini, mereka mengambil pemahaman bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini adalah tindakan langsung dari Allah tanpa campur tangan atau pilihan manusia.


4. **Mengabaikan Konsep Ujian dan Penghargaan (نفي الامتحان والثواب):**

   Dengan pandangan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas, Jabariyah juga mengabaikan konsep ujian yang dijalankan oleh Allah terhadap manusia. Menurut mereka, jika semua sudah ditentukan, maka tidak ada gunanya ujian kehidupan atau pemberian pahala dan hukuman. Semua sudah ditetapkan Allah sejak awal.


   - **Bantahan Ahlus Sunnah:**  

     Ahlus Sunnah menegaskan bahwa kehidupan ini adalah ujian bagi manusia. Allah memberi manusia akal dan kemampuan untuk memilih, dan karena itu, mereka diuji untuk melihat apakah mereka akan menjalankan perintah-Nya atau tidak.


### **Tokoh-Tokoh Jabariyah**


1. **Ja’ad bin Dirham (الجعد بن درهم):**

   Ja’ad bin Dirham adalah salah satu tokoh awal yang dianggap sebagai pelopor pemikiran Jabariyah. Ia adalah seorang pemikir teolog yang memiliki pandangan menyimpang dalam teologi Islam. Selain dikenal dengan ajaran Jabariyah, ia juga mengingkari beberapa sifat Allah. Ja’ad bin Dirham dieksekusi oleh Khalid bin Abdullah Al-Qasri pada hari Idul Adha karena dianggap menyebarkan ajaran sesat.


2. **Jahm bin Shafwan (الجهم بن صفوان):**

   Jahm bin Shafwan adalah murid dari Ja’ad bin Dirham dan tokoh utama dalam pengembangan ajaran Jabariyah. Ia juga pendiri **firqoh Jahmiyah**, yang mewarisi banyak pandangan Jabariyah. Jahm mengembangkan ajaran bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas dan semua perbuatannya adalah pemaksaan dari Allah.


### **Kitab Rujukan dalam Bahasa Arab**


1. **"Al-Farq Bayna Al-Firaq" karya Al-Baghdadi (الفرق بين الفرق للبغدادي):**

   Kitab ini membahas berbagai firqoh dalam Islam, termasuk Jabariyah, dan memberikan rincian pandangan mereka serta bagaimana ajaran mereka menyimpang dari Ahlus Sunnah wal Jamaah.


2. **"Maqalat Al-Islamiyyin" karya Abu Al-Hasan Al-Asy'ari (مقالات الإسلاميين للأشعري):**

   Dalam kitab ini, Abu Al-Hasan Al-Asy'ari membahas berbagai kelompok dalam Islam, termasuk Jabariyah, dan memberikan gambaran yang jelas tentang doktrin mereka.


3. **"Al-Milal wa An-Nihal" karya Asy-Syahrastani (الملل والنحل للشهرستاني):**

   Asy-Syahrastani menjelaskan berbagai firqoh dalam Islam, termasuk Jabariyah, dengan detail, serta memberikan kritik terhadap pandangan mereka yang menyimpang.


4. **"Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyyah" karya Ibn Abi Al-Izz Al-Hanafi (شرح العقيدة الطحاوية لابن أبي العز الحنفي):**

   Kitab ini merupakan syarah (penjelasan) atas Aqidah Thahawiyah yang menjelaskan aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dan menyanggah pandangan-pandangan firqoh Jabariyah.


### **Kesimpulan**


Firqoh Jabariyah adalah kelompok teologi yang memiliki pandangan ekstrem mengenai takdir, yang menyatakan bahwa manusia tidak memiliki kehendak bebas dan semua perbuatannya dipaksakan oleh Allah. Pandangan ini dianggap menyimpang oleh mayoritas ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah, yang meyakini bahwa meskipun Allah menentukan segala sesuatu, manusia masih memiliki kehendak bebas dalam memilih perbuatannya. Tokoh utama dari firqoh ini adalah Ja’ad bin Dirham dan Jahm bin Shafwan, yang juga dikenal dengan pandangan mereka yang menolak sifat-sifat Allah.

Comments

Popular Posts