๐ง๐๐๐ ๐ฃ๐๐ฅ๐๐ฆ๐ง๐๐ช๐ ๐ฌ๐๐ก๐ ๐ ๐๐ ๐๐จ๐๐ง๐๐จ ๐ง๐๐ฅ๐๐๐๐จ๐ -๐๐๐๐จ๐
Ahmad Khalid Al-Utaybi
@Ahmadarts9
---
Bismillahirrahmanirrahim
Maha Suci Engkau, ya Allah, betapa Agungnya Engkau. Kabar
gembira datang, dan kami angkat tangan dengan rasa syukur dan pujian kepada-Mu.
Cobaan dan musibah turun, dan kami berkata dengan sabar, "Alhamdulillah
dalam segala keadaan."
Betapa aku terkesan dengan beberapa peristiwa yang
menggerakkan perasaan dan membuat orang yang berpikir merenungkan kebesaran
Sang Pencipta, subhanahu wa ta'ala.
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐๐ถ๐๐ฎ
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐๐ฎ๐บ๐ฎ:
Beberapa hari yang lalu, aku menelepon temanku, dan kudengar
nada kesedihan dalam suaranya. Aku bertanya, "Semoga tidak apa-apa, ada
apa denganmu?" Dia menjawab, "Aku sedang di pemakaman untuk
menguburkan salah satu kerabatku." Aku pun mendoakannya dan menutup
telepon.
Setelah Ashar, temanku menelepon lagi dan berkata,
"Subhanallah! Sungguh luar biasa! Ketika aku berada di pemakaman,
keluargaku menelepon dan berkata, 'Selamat, saudaramu baru saja dikaruniai
seorang anak.' Aku pun berpikir dalam hati: ada orang yang saat ini bersukacita
menyambut kelahiran, sementara yang lain bersedih atas kepergian orang
terdekatnya. Ada yang datang ke dunia untuk memulai hidup, sementara yang lain
mengucapkan selamat tinggal. Begitulah sunnatullah di bumi-Nya."
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐๐ถ๐๐ฎ
๐๐ฒ๐ฑ๐๐ฎ:
Di lingkungan tempat tinggalku, aku melihat kerumunan mobil
di depan rumah salah satu tetangga. Saat aku bertanya, mereka berkata,
"Ayah dari si Fulan meninggal dunia, semoga Allah merahmatinya."
Beberapa gedung kemudian, di lingkungan yang sama, aku melihat kerumunan mobil
di depan rumah tetangga lainnya. Ketika aku bertanya, seorang tetangga berkata,
"Hari ini kami merayakan pesta pernikahan sepupu kami di rumah."
Aku berpikir, "Sungguh aneh, wahai dunia! Ada yang
menghapus air mata karena kehilangan ayah atau kerabat, sementara yang lain
tertawa dan bersukacita di acara pernikahan." Sungguh, ini adalah
pelajaran dan peringatan bagi kita semua.
Aku teringat sebuah hadis Nabi ๏ทบ yang bersabda:
ู
َุงِูู َِูููุฏَُّْููุง ، ุฅَِّูู
َุง ู
َุซَِูู َูู
َุซَُู ุงูุฏَُّْููุง
َูู
َุซَِู ุฑَุงِูุจٍ َูุงَู ِูู ุธِِّู ุดَุฌَุฑَุฉٍ ِูู َْููู
ِ ุตٍَْูู َูุฑَุงุญَ َูุชَุฑَََููุง
" . ุฑูุงู ุงูุชุฑู
ุฐู.
"Apa urusanku dengan dunia? Perumpamaanku dengan dunia
hanyalah seperti seorang pengendara yang bernaung di bawah pohon pada hari yang
panas, lalu pergi meninggalkannya." (HR. Tirmidzi)
๐ฃ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐๐๐ถ๐๐ฎ
๐๐ฒ๐๐ถ๐ด๐ฎ:
Aku pergi untuk mengambil rapor keponakanku. Di dalam mobil,
dia berkata, "Paman, aku ingin memberitahumu bahwa aku sekarang sudah
besar, aku naik ke kelas dua." Lalu saudariku berkata, "Subhanallah!
Orang dewasa tidak suka menyebutkan usia mereka dan mereka berharap kembali ke
masa muda. Sebaliknya, anak-anak sangat senang dengan bertambahnya usia mereka
dan suka mengumumkannya."
Ini membuatku merenung. Allah Ta'ala berfirman:
ูุงู ุงููู ุชุนุงูู : {َูุง ุฃََُّููุง ุงَّููุงุณُ ุงุชَُّููุง
ุฑَุจَُّูู
ْ َูุงุฎْุดَْูุง َْููู
ًุง َูุง َูุฌْุฒِู َูุงِูุฏٌ ุนَْู ََููุฏِِู ََููุง ู
َُْูููุฏٌ
َُูู ุฌَุงุฒٍ ุนَْู َูุงِูุฏِِู ุดَْูุฆًุง ุฅَِّู َูุนْุฏَ ุงَِّููู ุญٌَّู ََููุง
ุชَุบُุฑََُّّููู
ُ ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง ََููุง َูุบُุฑََُّّููู
ْ ุจِุงَِّููู ุงْูุบَุฑُูุฑُ}
[ููู
ุงู : 33]
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah
pada hari ketika seorang ayah tidak dapat menolong anaknya sedikit pun, dan
seorang anak tidak dapat menolong ayahnya sedikit pun. Sesungguhnya janji Allah
itu benar, maka janganlah kehidupan dunia memperdaya kamu, dan janganlah setan
memperdaya kamu tentang Allah." (QS. Luqman: 33)
---
Pelajaran dari Kisah-kisah Ini:
1. Renungkanlah kehidupan di sekitarmu, dan bersyukurlah
kepada Allah baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Jangan
terpedaya oleh kehidupan dunia ini.
2. Betapa indahnya jika kita bisa meninggalkan jejak kebaikan
dalam hidup, agar orang-orang mengingat kita dengan kebaikan. Karena umur
manusia ada di tangan Allah, subhanahu wa ta'ala.
http://saaid.org/Doat/ahmadotibi/5.htm
.jpeg)
Comments
Post a Comment