FAWAID AL-QUR’AN

ٱلَّذِىٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌۭ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌۭ

yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.” (QS. Fatir: 35)


 

{ الَّذِي أَحَلَّنَا }

artinya: yang menempatkan kita dengan tetap dan abadi, bukan tempat yang hanya dilewati dan dipertimbangkan saja

. { دَارَ الْمُقَامَةِ }

 artinya: tempat tinggal yang kekal di mana seseorang ingin menetap di dalamnya, karena banyaknya kebaikan di dalamnya, kebahagiaan yang terus-menerus, dan hilangnya kesusahan. Penempatan ini

{ مِنْ فَضْلِهِ }

adalah karena anugerah dan kemurahan-Nya kepada kita, bukan karena amal kita. Kalau bukan karena anugerah-Nya, kita tidak akan mencapai apa yang kita capai saat ini.

{ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ }

artinya: tidak ada kelelahan dalam tubuh, hati, atau kekuatan, serta dalam banyaknya kenikmatan. Ini menunjukkan bahwa Allah subhanhu wata’ala akan menjadikan tubuh mereka dalam bentuk yang sempurna, dan menyediakan bagi mereka segala sesuatu yang dapat memberikan kenyamanan secara terus-menerus, sehingga mereka tidak akan merasakan kelelahan atau kepenatan, tidak juga kesedihan atau kekhawatiran.

Ini juga menunjukkan bahwa mereka tidak akan tidur di surga, karena tidur dimaksudkan untuk menghilangkan kelelahan dan mendapatkan istirahat, sedangkan penduduk surga sebaliknya. Tidur juga dianggap sebagai kematian kecil, dan penduduk surga tidak akan mati. Semoga Allah menjadikan kita termasuk dari golongan mereka, dengan anugerah dan kemurahan-Nya."

 

Tafsir As-Sa'di

 

Comments

Popular Posts